• Table of Contents

  • Join 5 other followers

  • Sponsor

    Free Domain Name .co.nr

    Hosting Gratis

    Web hosting

    WordLinx - Get Paid To Click

  • Statistik Blog

    • 11,073 hits

Renungan Ramadhan I


Malam pertama di bulan Ramadhan adalah malam yang membanggakan. Kita saksikan di malam pertama itu banyak orang – orang islam yang memenuhi masjid guna melaksanakan shalat tarawih. Tua muda sampai anak – anak berdatangan ke masjid dengan memperlihatkan wajah mereka yang penuh semangat sebagai tanda kebahagiaan mereka dalam menyambut bulan puasa. Tapi sungguh akan mereka dapatkan kesengsaraan dan kecelakaan di hari akhir kalau seandainya mereka tidak sampai diampuni semua dosa yang telah lewat melalui bulan Ramadhan ini. Suatu saat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallama mengucapakan amin ketika naik tangga, dan beliau mengucapakannya lagi ketika naik tangga lagi, dan mengucapkannya lagi ketika naik tangga berikutnya. Para Shahabat menanyakan sebab ucapan amin kepada beliau. Rasulullah menjelaskan bahwa beliau meng aminkan ucapan malaikat jibril. Amin yang pertama untuk kecelakaan orang yang mendapatkan bulan Ramadhan tapi dia tidak mendapatkan ampunan untuk dosanya. Amin yang kedua untuk kecelakaan bagi orang yang mendapati orang tuanya masih hidup tapi hidupnya orang tua dia tidak menyebabkan dia masuk surga.
Diantara yang menyebabkan tidak diampuni dosa seseorang adalah tidak menempuh jalan menggapai ampunan dengan benar. Seperti melaksanakan shalat tarawih dengan tidak ada thuma’ninah didalamnya. Padahal Rasulullah melaksanakannya dengan penuh thuma’ninah. Aisyah Radiyallahu ‘Anha menjelaskan bahwa beliau shalat malam 4 raka’at ( dengan 2 duduk / attahiyat ), 4 raka’at dan 3 raka’at ( dengan satu duduk / attahiyat ),

Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata:

مَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه و سلّم يَزِيْدُ فِي رَمَضَانَ وَ لاَ فِي غَيْرِهِ إِحْدَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى أَرْبَعًا، فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثاً

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah bilangan pada bulan Ramadhan dan tidak pula pada bulan selain Ramadhan dari 11 Rakaat. Beliau shalat 4 rakaat sekali salam maka jangan ditanya tentang kebagusan dan panjangnya, kemudian shalat 4 rakaat lagi sekali salam maka jangan ditanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian shalat witir 3 rakaat.” (HR Muslim). Beliau juga pernah melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan dengan 2 raka’at 5 kali dan witir 1 raka’at, Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan Aisyah, beliau berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه و سلّم يُصَلىِّ فِيْمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ – وَ هِيَ الَّتِي يَدْعُوْ النَّاسُ الْعَتَمَةَ – إِلىَ الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، يُسَلَّمُ بَيْنَ كُلّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوْتِرُ بِوَاحِدَةٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat malam atau tarawih setelah shalat Isya’ – Manusia menyebutnya shalat Atamah – hingga fajar sebanyak 11 rakaat. Beliau melakukan salam setiap dua rakaat dan beliau berwitir satu rakaat.” (HR. Muslim)

. Termasuk penghalang dari ampunan Allah juga adalah melaksanakan puasa dengan meninggalkan makan , minum dan jima’ dari terbit fajar sampai tenggelam matahari, tetapi lisan mereka tidak dijaga dari perkataan kotor.Anngota badan lain mereka idak dipuasakan dari berma’siat kepada Allah, mata digunakan untuk melihat yang haram, telinga digunakan untuk mendengar apa yang Allah larang dan lain sebagainya

Bulan ramadhan adalah bulan ampunan ( bukan bulan suci karena bulan suci (  الأشهر الحرم ) itu hanya ada 4  bulan yaitu Muharram, Rajab, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah ) bukan bulan makanan dan minuman. sungguh disayangkan keadaan orang – orang islam di bulan Ramadhan, kalau harinya dipenuhi dengan tidur di saat sesudah shalat shubuh sampai dhuhur dan disaat sesudah shalat dhuhur mereka habiskan didapur untuk memasak berbagai macam makanan dan membuat minuman dengan aneka ragamnya sampai berbuka. Al-Qur’an mereka tinggalkan, membaca buku – buku yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat mereka, mereka tinggalkan. Begitu juga amalan – amalan baik , banyak mereka tinggalkan.

Melalui Ramdahan 1432 H ini, marilah kita gapai ampunan Allah untuk dosa kita. Semoga dengan Ramadhan tahun ini, kita menjadi orang – orang yang bertaqwa. Kita memohon kepada Allah agar kita dijauhkan dari sikap – sikap yang keliru dalam menghadapi bulan Ramadhan. Kita khawatir terhadap ucapan amin Rasulullah menimpa kita.

Daftar Pustaka
http://www.islamhouse.com/p/319812

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: