• Table of Contents

  • Join 5 other followers

  • Sponsor

    Free Domain Name .co.nr

    Hosting Gratis

    Web hosting

    WordLinx - Get Paid To Click

  • Statistik Blog

    • 11,073 hits

SOSOK ‘UMAR IBN AL-KHATTAB


`Umar Ibn al-Khattab adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash Shiddiq. Pada awalnya `Umar Ibn al-Khattab merupakan musuh yang paling ganas dan beringas, menentang Muhammad dan Agama Islam habis-habisan. Tetapi keadaan ini berubah ketika suatu hari belaiu keluar dari rumahnya hendak membunuh Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa Sallama. Ditengah jalan bertemulah dengan seorang lelaki; dia bertanya : Hendak kemana kamu wahai ‘Umar ?. ‘Umar menjawab : Saya ingin membunuh Muhammad. Dia bertanya lagi : Bagaimana kamu dapat aman dari Bani hasyim dan Bani Zahrah, jika kamu telah membunuh Muhammad ?. ‘Umar menjawab : Tidaklah aku melihatmu kecuali kamu telah meninggalkan agamu kamu. Dia bertanya : Maukah saya tunjukkan kamu kepada yang lebih mentakjubkan lagi ? Sesungguhnya saudarimu ( Fatimah ) dan suaminya (Khabab Bin Al-Art ) telah meninggalkan agama yang kamu berada di atasnya. Mendengar itu, ‘Umar langsung mendatangi keduanya. Ketika Khabab sedang membaca Surat Thaha dan mengetahui kedatangan ‘Umar. Khabbab merasa ketakutan dan langsung bersembunyi. Begitu juga Fatimah langsung menyembunyikan shahifah yang tadinya dibaca oleh suaminya.
Sungguh ‘Umar telah mendengar bacaan Khabbab ketika dia mendekati rumah Khabbab. Tatkala ‘Umar masuk rumahnya, dia bertanya : Bacaan apa yang saya dengar tadi dari kalian ?. Khabbab dan Fatimah menjawab : Itu hanyalah perkataan yang kami bicarakan diantara kami. ‘Umar bertanya : Apakah kalian telah condong ke pada agama islam ?. Khabbab menjawab : Bagaimana kalau seandainya kebenaran itu ada bukan pada agama kamu ?. ‘Umar berdiri kehadapannya dan langsung menginjaknya dengan keras. Ketika Fatimah menghampiri suaminya dan menolongnya, ‘Umar memukulnya. Fatimah marah dengan tindakan ‘Umar, lalu berkata : Bagaimana kalau kebenaran itu bukan pada agamu kamu ?. Akkhirnya ‘Umar mengucapkan syadatain ketika dia mulai putus asa terhadap tindakannya dan ketika melihat darah yang mengalir dari Fatimah. ‘Umar menyesal dan malu dengan kejadian ini dan menyadari bahwa dia telah berbuat kebodohan pada hak saudarinya dan suaminya. ‘Umar berkata : berikanlah kitab yang ada pada kalian untuk saya baca. Fatimah menjawab : Sesungguhnya kamu kotor dan kitab ini tidaklah disentuh kecuali orang – orang yang disucikan. ‘Umar bangkit dan mandi, kemuadian mengambil kitab itu. ‘Umar Ibn al-Khattab mulai membaca surat Thaha dengan diawali basmalah dari ayat 1 samapai ayat 14 yang berbunyi :

أنني أنا الله لا إله إلا أنا فاعبدني وأقم الصلوة لذكري.

Sesungguhnya Aku Ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain aku, Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
‘Umar berkata : Alangkah indah dan mulianya kitab ini !, tumjukkanlah kepadaku keberadaan Muhammad !. Tatkala Khabbab mendengar ucapan ‘Umar Ibn al-Khattab, diapun memberikan kabar gembiran dengan dakwahnya Rasululullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallama dan menunjukkan keberadaan Rasulullah. ‘Umar pergi menuju Rasulullah dan mengumumkan bahwa dia sudah masuk islam. Dari sini ‘Umar berbalik menjadi pendukung gigih. `Umar selanjutnya menjadi penasihat terdekat Nabi Muhammad dan begitulah dilakukannya sepanjang umur Muhammad.
Tahun 632 Nabi Muhammad wafat, tanpa menunjuk penggantinya. Umar dengan cepat mendukung Abu Bakar sebagai pengganti, seorang kawan dekat Nabi dan juga mertua beliau. Langkah ini memungkinkan Abu Bakar secara umum diakui sebagai khalifah pertama. Abu Bakar merupakan pemimpin yang berhasil tetapi beliau wafat sesudah dua tahun setelah menjadi khalifah. Tetapi, Abu Bakar menunjuk `Umar jadi khalifah tahun 634 dan memegang kekuasaan hingga tahun 644.
Dalam masa kepemimpinan sepuluh tahun `Umar telah melakukan penaklukan-penaklukan. Tak lama sesudah `Umar memegang tampuk kekuasaan sebagai khalifah, pasukan Arab menduduki Suriah dan Palestina, yang kala itu menjadi bagian Kekaisaran Byzantium. Dalam pertempuran Yarmuk (636), pasukan Arab berhasil memukul habis kekuatan Byzantium. Damaskus jatuh pada tahun itu juga, dan Darussalam menyerah dua tahun kemudian. Menjelang tahun 641, pasukan Arab telah menguasai seluruh Palestina dan Suriah, dan terus menerjang maju ke daerah yang kini bernama Turki. Tahun 639, pasukan Arab menyerbu Mesir yang juga saat itu di bawah kekuasaan Byzantium. Dalam tempo tiga tahun, penaklukan Mesir diselesaikan dengan sempurna.
Penyerangan Arab terhadap Irak yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Persia telah mulai bahkan sebelum `Umar naik jadi khalifah. Kunci kemenangan Arab terletak pada pertempuran Qadisiyah tahun 637 yang terjadi di masa kekhalifahan `Umar. Menjelang tahun 641, seluruh Irak sudah berada di bawah pengawasan Arab. Dan bukan cuma itu: pasukan Arab bahkan menyerbu langsung Persia. Dan dalam pertempuran Nehavend (642) mereka secara menentukan mengalahkan sisa terakhir kekuatan Persia. Menjelang wafatnya `Umar di tahun 644, sebagian besar daerah barat Iran sudah terkuasai sepenuhnya. Sama pentingnya dengan makna penaklukan-penaklukan yang dilakukan `Umar adalah kepermanenan dan kemantapan pemerintahannya. Iran, kendati penduduknya masuk Islam, berbarengan dengan itu mereka memperoleh kemerdekaannya dari pemerintahan Arab. Tetapi Suriah, Irak dan Mesir tidak pernah peroleh hal serupa. Negeri-negeri itu seluruhnya di-Arabkan hingga saat kini.
`Umar sudah barang tentu punya rencana apa yang harus dilakukannya terhadap daerah-daerah yang sudah ditaklukkan oleh pasukan Arab. Dia memutuskan, orang Arab punya hak-hak istimewa dalam segi militer di daerah-daerah taklukan, mereka harus berdiam di kota-kota tertentu yang ditentukan untuk itu, terpisah dari penduduk setempat. Penduduk setempat harus bayar pajak kepada penakluk Muslimin (umumnya Arab), tetapi mereka dibiarkan hidup dengan aman dan tenteram. Khususnya, mereka tidak dipaksa memeluk Agama Islam. Keberhasilan `Umar betul-betul mengesankan. Sesudah Nabi Muhammad, dia merupakan tokoh utama dalam hal penyerbuan oleh Islam. Tanpa penaklukan-penaklukannya yang secepat kilat, diragukan apakah Islam bisa tersebar luas sebagaimana dapat disaksikan sekarang ini. Lebih-lebih, kebanyakan daerah yang ditaklukkan dibawah pemerintahannya tetap menjadi Arab hingga kini. Jelas, tentu saja, Muhammadlah penggerak utamanya jika dia harus menerima penghargaan terhadap perkembangan ini. Tetapi, akan merupakan kekeliruan berat apabila kita mengecilkan saham peranan `Umar. Penaklukan-penaklukan yang dilakukannya bukanlah akibat otomatis dari inspirasi yang diberikan Muhammad. Perluasan mungkin saja bisa terjadi, tetapi mungkin tidak sampai sebesar itu. Sungguh ‘Umar memiiliki kepemimpinan yang brilian.

DAFTAR PUSTAKA
السيرة النبوية لجامعة المدينة العالمية
http://www.pakdenono.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: