• Table of Contents

  • Join 5 other followers

  • Sponsor

    Free Domain Name .co.nr

    Hosting Gratis

    Web hosting

    WordLinx - Get Paid To Click

  • Statistik Blog

    • 11,073 hits

PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP ANAK


Waktu terus berputar dan tidak ada yang dapat menghentikan perputarannya. Semua manusia terbawa dengan putaran waktu di dunia ini, demikan juga dengan anak – anak. Banyak anak – anak yang bertambah jauh dari nilai – nilai Islam dengan dampaknya perkembangan zaman yang semakin lama semakin canggih. Hari – hari mereka tidak kosong dari rutinitas yang tidak memberikan manfaat bagi kehidupan akhirat mereka. Setiap hari warnet – warnet di berbagai tempat penuh dengan anak – anak, mereka terlena dengan dunia online, sibuk dengan dunia chatingan, tenggelam dalam dunia game dan lain – lainnya. Mereka tahu bahwa shalat wajib atas mereka, tapi panggilan shalat tidak mereka hiraukan. Mereka diberikan tugas – tugas dari sekolah, tapi tugas – tugas tersebut tidak mereka perhatikan. Mereka terseret dalam dunia yang penuh kesenangan yang bersifat fatamorgana. Sungguh ini adalah kenyataan yang menimpa anak – anak muslim zaman modern ini.

Keadaan anak – anak diatas tidaklah terlepas dari kesalahan para orang tua mereka dalam mendidik. Para orang tua tidak mendidik mereka dengan pendidikan islam. Mereka lalai dalam mengajari anak – anak mereka dengan nilai – nilai islam. Keadaan ini diperparah juga dengan tidak adanya pengetahuan islam yang dimiliki oleh para orang tua. Orang tua hanya memberikan kebutuhan sandang dan pangan saja kepada anaknya. Mereka tidak mmberikan contoh yang baik kepada anak mereka. Shalat dan ibadah lain tidak mereka dirikan, hingga anak – anak merekapun tidak mendirikannya juga. Orang tua sibuk dengan pekerjaan sendiri dan anak – anak juga sibuk dengan pergaulan bebas. Penyebab orang tua berbuat seperti ini adalah karena mereka tidak tahu islam itu sebenarnya, padahal mereka memeluk agama islam.

Orang tua yang memberikan pendidikan yang baik itu adakalanya berhasil dan adakalanya tidak. Ini semua kembali kepada hidayah Allah. Hanya Allahlah yang mempunyai wewenang dalam hal ini, manusia hanya dituntut dan diperintah untuk berusaha dan berbuat. Orang tua yang baik akan senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mendidik anaknya sebagai bentuk kasih sayangnya pada mereka. Rasulullah Shallallu ‘Alaihi Wa Sallama sebagai suri tauladan yang baik untuk umat islam dalam segala semua hal termasuk dalam hal mendidik anak. Beliau mengajarkan anaknya dengan ajaran – ajaran islam yang mulia, bahkan kalau seandainya anaknya melanggar seperti melakukan pencurian, maka Rasulullah sendiripun yang akan menindaknya dengan tegas. Hal ini karena Rasulullah menginginkan agar anak – anaknya dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pendidkan orang tua terhadap anaknya adalah harus bersifat terus menerus. Pedidikan itu tidaklah berhenti atau putus dengan sudah berkeluarga anaknya, begitu pula ketika anaknya tidak menerima ajakan berbuat baik. Nabi Nuh ‘Alaihissalam sudah memberikan contoh kepada kita bagaimana sebenarnya kasih sayang orang tua senantiasa harus diberikan kepada anaknya. Beliau tetap mengajak anaknya untuk naik kapal disaat terjadi banjir besar, dengan harapan agar anaknya mau menerima ajaran baiknya dan dapat selamat dari bahaya banjir. Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 42 – 43 sebagai berikut :

إنني أنا الله لا إله إلا أنا فاعبدني وأقم الصلوة لذكري

Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.”

Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari Ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha penyayang”. dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; Maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.

Ayat diatas menunjukkan bahwa nabi Nuh memanggil anaknya untuk mau ikut bersamanya agar selamat. Dinyatakan dalam ayat diatas bahwa tidak ada yang dapat selamat dari bahaya banjir meskipun melakukan berbagai macam cara untuk bisa selamat selama Allah tidak menghendaki keselamatannya. Hal ini telah dijelaskan oleh Syaikh Sa’di dalam tafsirnya. Sungguh Nabi Nuh merupakan tipe orang tua yang sangat penyayang terhadap anaknya. Sudah lama Nabi Nuh mendidik anaknya dan sudah lamapula anaknya tidak mau menerima ajarannya, tapi beliau tetap sabar dan terus berjuang. Semoga tulisan ini dapat menggugah hati para orang tua yang selama ini tidak perhatian terhadap perkembangan anaknya.

DAFTAR PUSTAKA

تيسير الكريم الرحمن في تفسير كلام المنان للشيخ عبد الرحمن بن ناصر السعدي

الهدي النبوي في تربية الأولاد في ضوء الكتاب والسنة للدكتور سعيد بن علي بن وهف القحطاني

<img src="” alt=”Semoga Anak – Anak Muslim Tumbuh Diatas Pendidikan Islam” />

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: