• Table of Contents

  • Join 5 other followers

  • Sponsor

    Free Domain Name .co.nr

    Hosting Gratis

    Web hosting

    WordLinx - Get Paid To Click

  • Statistik Blog

    • 11,073 hits

TAUHID ADALAH SUMBER KEKUATAN


Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama islam. Bahkan para pemeluknya lebih banyak dibandingkan dengan negara – negara lain, sampai – sampai sensus membuktikan bahwa jumlah penganut Agama Islam di negara Indonesia ini berada pada urutan nomor satu dalam skala internasional. Diseluruh pelosok negari ini, hampir orang – orang islam ada dimana – mana dan menyebar di banyak daerah, dari sabang sampai merauke, dan dari daerah terpencil sampai kota metropolitan. Tetapi sangat disayangkan, disana banyak kasus – kasus yang berkaitan dengan pelanggaran agama islam, baik pencurian, tindak korupsi, suap – menyuap, perzinahan dan lain sebagainya, dimana banyak para pelakunya adalah orang – orang islam. Timbul pertanyaan, apa yang menyeret mereka berbuat seperti itu ?, apa yang mendorong mereka melakukan hal – hal demikian ?. Kalau ditelusuri kasus ini dari pangkalnya, maka didapatkan bahwa titik permasalahan dari itu semua adalah tidak tertanamnya tauhid pada mereka, tauhid yang kokoh. Keadaan seperti ini sama halnya dengan keadaan ketika jazirah arab belum masuk kepadanya agama islam, dimana mereka berada dalam kejahiliyahan yang sangat, dimana anak perempuan mereka dikubur dalam keadaan hidup, anak perempuan mereka dijadikan hidup dalam keadaan terhina. Maka tatkala islam datang kepada mereka, Nabi Muhammad mulai mengajak mereka kepada ajakan yang sangat penting. Ajakan yang sangat penting itu adalah kepada tauhid dan inilah yang pertamakali beliau serukan kepadanya. Dan hal ini adalah sesuai dengan manhaj para nabi dan rasul terdahulu.

Syaikh Al-Albani pernah ditanya tentang apa jalan untuk kebangkitan orang – orang islam, dan jalan yang mana yang harus mereka tempuh agar Allah menempatkan mereka pada tempat yang layak diantara umat – umat yang lain ?. Maka beliaupun menjawab agar tauhidnya yang pertamakali harus ditanamkan sebagaimana ini adalah manhaj para nabi dan rasulnya. Rasul yang pertama, Nabi Nuh, dia mengajak kaumnya kepada tauhid dan dia tidak berpindah ke ajakan yang lain sampai tauhidnya tertanam pada mereka. Al’Allamah Syaikh Abdurrahman bin Natsir As-Sa’di menerangkan dalam mentafsirkan Q.S: Al-‘Ankabut : 24, bahwa Nabi Nuh tidak berhenti mengajak kaumnya bertauhid dan senantiasa bersabar diatasnya meskipun sampai 950 tahun. Meskipun demikian kaumnya masih banyak yang ingkar. Allah berfirman dalam Q.S: Nuh : 23 sebagai gambaran akan keadaan kaumnya :Maka ini menunjukkan dalil qot’i bahwa sesuatu yang paling penting adalah tertanamnya tauhid yang kokoh pada diri seorang hamba, dan inilah arti dari ayat 19 surat Muhammad. Al’Allamah Syaikh Abdurrahman bin Natsir As-Sa’di mengomentari ayat ini bahwa ilmu yang dituntut disini adalah ilmu tentang tauhid, dan ilmu ini adalah fardlu ‘ain, tidak gugur kewajiban ini dari seorangpun.Rasulullah bersabda kepada Mu’adz ketika beliau mengirimnya ke negeri Yaman untuk berdakwah

ليكن أول ما تدعوهم إليه : شهادة أن لا إله إلا الله ، فإن هم أطاعوك لذلك …..”(1) .إلخ الحديث .

Hendaklah pertamakali yang kamu serukan kepada mereka adalah : Bersaksi bahwa tiada tuhan yang haq disembah kecuali Allah, Maka jika mereka menta’atimu untuk hal itu……… “( Hadist Shahih Riwayat Bukhari : 1395, Muslim : 19, Abu Daud : 1584 dan Tirmidzi : 625, semuanya dari jalur Ibnu Abbas . Ini menunjukkan bahwa perkara yang harus benar – benar diperhatikan adalah tauhid. Al-Imam Al-Mujaddid mengomentari hadits tersebut, bahwa tauhid adalah kewajiban yang paling utama dari selainnya, bahkan dari sholat sekalipun. Memang banyak yang bisa mengucapkan kalimat tauhid itu, tetapi sayang, mereka tidak paham maknanya dan tidak paham tuntutan dari ucapan itu. Padahal orang arab jahiliyah dulu, mereka paham dan bahkan lebih paham dari orang – orang sekarang, hingga mereka tidak mau mengatakannya. Orang – orang kafir quraisy berpandangan, kalau kalimat itu diucapkan, maka konsekwensinya mereka harus melaksanakan semua tuntutan dari ucapan tauhid itu, dari meninggalkan semua sesembahan selain Allah dan hanya kepada-Nyalah mereka harus menyembah. Begitu juga orang – orang Yahudi dan Nashrani mereka paham bahwa Nabi Muhammad adalah orang jujur dalam apa yang beliau sampaikan dari agama islam, seperti yang tercantum dalam Q.S:Al-Baqarah : 146. Tetapi pengetahuan ini tidaklah bermanfaat bagi mereka. Kenapa ? Karena mereka tidak mempercayai dakwah Nabi Muhammad. Sedangkan dinegeri ini, sungguh banyak orang yang terbiasa dengan ucapan itu ucapan لاإله إلا الله محمد رسول الله, tapi ucapan itu hanya sebatas dilisan saja sedangkan hatinya tidak paham akan tuntutan kalimat itu.

Masa jahiliyah dan masa kebodohan yang dialami oleh penduduk arab dulu adalah penyakit, sama halnya seperti kebodohan yang ada pada masa sekarang. Tauhid adalah obat kebodohan penyakit dulu, maka dia juga sebagai obat unuk masa kebodohan dimasa sekarang, bukan yang lain dan tidak ada yang lain. Dan adalah Nabi Muhammad itu sebagai suri tauladan yang baik bagi umat islam seluruhnya. Allah berfirman dalam Q.S : Al-Ahzab ayat 21. Al-Imam Abul-Fida Al-Khafidz Ibnu Katsir Ad-Damasyqa menerangkan dalam tafsirnya, bahwa ayat ini merupakan dasar akan dijadikannya Muhammad sebagai panutan dalam perkataan, perbuatan dan seluruh aspek kehidupannya.

Selama tauhid yang benar itu tidak tertanam pada diri seseorang, maka selama itu pula dia akan senantiasa terseret kedalam jurang kemaksiatan. Selama tauhid yang shahih itu belum mengakar pada seseorang, meskipun dia paham tapi tidak mengakar, maka tauhidnya itu tidak akan mampu memberikan manfaat padanya. Itu dikarenakan tauhid diumpamakan bagaikan pondasi suatu bangunan. Kapan pondasinya rapuh dan tidak kuat maka ketika ada goncangan kecil saja bangunan itu akan hancur, sama halnya dengan seseorang yang tauhidnya keropos, ketika ada ujian yang kecil saja, maka dia tidak bisa bertahan diatas alhaq karena tauhidnya lemah. Seseorang yang tauhidnya sudah mengakar pada diri sanubarinya, maka ia akan mampu melawan berbagai macam tantangan yang menghadapinya dengan izin Allah, meskipun apa yang dia miliki melayang, baik dari hartanya, keluarganya maupun nyawanya, semuanya akan dikorbankan guna mempertahankan tauhidnya.

DAFTAR PUSTAKA
1. Kitabut-Tauhid alladzi huwa haqqullah ‘alal-‘abid, Al-Imam Al-Mujaddid Muhammad Bin Abdul Wahhab.
2. At-Tauhid Awwalan Ya Du’atal Islam, Al’allamah AlMuhaddits dari Syam Muhammad Nasiruddin Al-Albani.
3. Taisirul Karim Ar-Rahman Fi tafsir Kalamil Mannan, Syaikh Abdurrahman bin Nasir As-Sa’di
4. Tafsirul Al-Qur’anul ‘Adhim, Al-Imam Abul-Fida Al-Khafidz Ibnu Katsir Ad-Damasyqa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: