• Table of Contents

  • Join 3 other followers

  • Sponsor

    Free Domain Name .co.nr

    Hosting Gratis

    Web hosting

    WordLinx - Get Paid To Click

  • Statistik Blog

    • 4,848 hits

KANDUNGAN SURAT AT-TAKWIR


Surat takwir ini adalah termasuk surat yang menggambarkan tentang hari qiyamat, hal ini tertera pada ayat 1 sampai dengan ayat 14. Dimana Allah menggambarkan didalamnya bahwa dihari qiyamat kelak akan dilipat dan digulunglah matahari. Dalam kitab Al-Hidayah tafsir juz’amma, A. Hasan menerangkan maksud digulungnya matahari adalah tidak dicahayakan lagi. Lalu dilemparkanlah matahari itu, bintang – bintang akan berjatuhan, gunung – gunung akan dihancurkan hingga menjadi pasir yang berhamburan bagai bulu yang beterbangan, unta – unta bunting akan ditinggalkan dan tidak dihiraukan lagi oleh pemiliknya ( unta bunting adalah harta orang arab yang paling berharga ), binatang – binatang liar akan dikumpulkan jadi satu, lalai dengan huru – hara hari Qiamat, hingga lupa kepada permusuhan antara satu dengan yang lain, lautan akan dinyalakan hingga menjadi api yang menyala, ruh – ruh akan dipertemukan dengan yang sejenisnya, yang baik dengan yang baik begitu juga sebaliknya, Bersumber dari Nu’man, bahwa Umar pernah ditanya tentang maksud dari ayat ini, maka dia menjawab, bahwa seorang lelaki yang shalih akan dikelompokkan dengan yang shalih begitu juga sebaliknya lelaki yang jahat akan dikumpulkan dengan yang jahat dan itu adalah maksud didipertemukannya ruh – ruh.. Bayi – bayi perempuan yang dikubur hidup – hidup akan ditanya tentang sebab apa mereka dibunuh, catatan – catatan amal akan dibentangkan untuk diperiksa, langit akan dilenyapkan yang bearti tidak ada lagi yang namanya langit, neraka jahim akan dinyalakan untuk membakar pendurhaka, surga akan didekatkan kepada calon penghuninya. Maka kalau sudah kejadian sekalian yang tersebut diatas, barulah manusia mengetahui apa yang sudah dikerjakannya dari amal yang baik dan yang jahat.

Pada ayat – ayat berikutnya, Allah bersumpah dengan bintang – bintang yang selalu beredar akan kelihatan sesudah terbenam beberapa lama, dimana masa antara kelihatan dan hilangnya bervariasa,diantaranya ada yang kelihatan setelah hilang beberapa hari, ada yang beberapa bulan sampai ada yang beratusan tahun dan bahkan lebih, dan malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, shubuh apabila fajarnya mulai menyingsing, yang berarti bumi ini adalah satu daripada bintang – bintang kecil yang mudah hancur apabila Allah gugurkan atasnya daripada bintang – bintang yang besar beribu atau bermiliun kali bumi ini.

Hal diatas menunjukkan bahwa khabara diatas bukan dari rekaan dan bikinan nabi Muhammad. Dan bahwasanya Al-Qur’an adalah benar – benar firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril. Malaikat Jibril adalah malaikat yang mulia, mempunyai kekuatan dan kedudukan yang tinggi, ditaati oleh para malaikat yang lain serta lagi dipercaya. Dia tidak akan menambah apa yang Allah perintahkan kepadanya, tidak menguranginya dan tidak melebihi batasan yang telah digariskan.Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur’an itu mulia disisi Allah, dimana Allah mengutus malaikat Jibril yang sifat – sifatnya seperti diatas untuk membawa Al-Qur’an. Sudah menjadi kebiasaan para raja – raja, mereka tidak akan mengutus utusannya yang mulia lagi terbaik kecuali urusan yang sangat penting lagi mulia. Setelah Allah menyebutkan keutamaan malaikat Jibril yang membawa Al-Qur’an, Dia menyebutkan keutamaan Rasulullah yang turun kepadanya Al-Qur’an dan menyatakan kepada manusia bahwa Muhammad itu orang yang paling sempurna pikirannya, paling baik pandangannya dan paling benar gaya bahasanya, bukan seorang yang gila seperti apa yang dikatakan oleh musuh-musuhnya yang mendustakan ajarannya. Mereka menginginkan untuk memadamkan ajarannya dengan perkataan tersebut. Rasulullah pernah melihat malaikat Jibril pada ufuk yang jelas dengan wujud aslinya, dimana Jibril mempunyai 600 sayap. Beliau tidak pelit akan ajarannya, tidak menambah, tidak mengurangi dan tidak menyembunyikan. Bahkan beliau adalah orang yang terpercaya dikalangan penduduk langit dan bumi. Beliau tidaklah meninggal sebelum umatnya paham ajaran islam.

Setelah Allah menyebutkan kemuliaan yang ada pada dua utusan-Nya, malaikat Jibril dan Nabi Muhammad, Dia menyatakan bahwa Al-Qur’an bukanlah perkatan syetan yang terkutuk, tapi Al-Qur’an adalah peringatan dari Allah untuk alam semesta. Ibnu Katsir menerangkan bahwa Al-Qur’an adalah peringatan untuk manusia yang mereka dapat mendapatkan peringatan dan nasihat darinya. Dengan melaksanakan isi Al-Qur’an akan diperoleh maslahat/kebaikan di dunia dan di akhirat dan diperoleh kebahagiaan pada keduanya. Itu tentunya bagi orang yang mau menempuh jalan yang lurus. Dalam Tafsir Al-Baidhowi dijelaskan bahwa jalan yang lurus adalah jalan orang – orang yang Allah beri ni’amat atas mereka dari para nabi, para pembenar kebenaran, para syuhada dan para sholihin. Tetapi manusia tidak dapat menempuh jalan itu, kecuali Allah menghendakinya. Ini menunjukkan bahwa ayat ini adalah bantahan terhadap golongan qodariyah dan jabariyah. Dimana sebagian mereka meyakini bahwa manusialah yang dapat menentukan bahagia dan sengsaranya. Dan sebagian yang lain menganggap bahwa manusia itu tidak memiliki peran dalam hidupnya, dimana mereka hanya menjalankan takdir Allah semata. Bekata Sufyan Assauri dari Sa’id Bin Abdul Aziz dari Sulaiman Bin Musa : Tatkala turun ayat ini berkatalah Abu Jahal : urusannya ( menempuh jalan yang lurus ) kembali kepada kita, jika kita berkehendak, kita tempuh jalan itu dan jika kita tidak berkehendak kita tidak menempuhnya. Lalu turunlah ayat ini sebagai penjelasan bahwa semuanya itu berada pada kehendak Allah. Apa yang Allah kehendaki itu pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendaki tidak akan terjadi. Didalam tafsir al’usyril akhir minal Qur’anil Karim min kitab zubadatittafsir, dan tidaklah kalian mampu istiqomah ( menempuh jalan itu ) kecuali dengan kehendak dan taufiq Allah.

DAFTAR PUSTAKA
1. Taisirul Karim Ar-Rahman Fi tafsir Kalamil Mannan, Syaikh Abdurrahman bin Nasir As-Sa’di.
2. Tafsirul Al-Qur’anul ‘Adhim, Al-Imam Abul-Fida Al-Khafidz Ibnu Katsir Ad-Damasyqa.
3. Al-Hidayah tafsir juz’amma, A. Hasan.
4. Tafsirul ‘Usyril Akhir minal Qur’an Alkarim min Kitab Zubadatittafsir.
5. Adwa ulbayan fi idhohil Qur’an bil Qur’an, Muhammad Al Amin Bin Muhammad Bin al-Mukhtar Al-Jakani Asyanqiti.

About these ads

2 Responses

    • Taqdir itu adalah urusan yang tidak diketahui oleh manusia. Maka sikap orang muslim terhadap taqdir adalah selalu berusaha dalam mencapai kebahagiaan dunia akhirat meskipun sengsara dan bahagianya sudah ditentukan sejak manusia dalam perut ibunya. Sungguh Allah Maha Pengasih lagi maha Penyayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: